Pages

Wednesday, June 24, 2020

Rencana Tol Tegal-Cilacap Bercabang ke Banyumas hingga Purbalingga Dapat Skor Tertinggi

Rencana Tol Tegal-Cilacap Bercabang ke Banyumas hingga Purbalingga Dapat Skor Tertinggi 

Pembangunan Tol PURWOKERTO-Banyumas akan mendapat jalan tol sebagai penghubung Pantura Jawa dan Pansela Jawa. Hal itu dikarenakan, dari 4 alternatif tol berdasarkan studi kelayakan untuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pantura Jawa dan Pansela Jawa, Alternatif tol dari Tegal – Banyumas – Purbalingga – dan Cilacap mendapat skor yang tinggi dibanding alternatif lainnya.

Adapun 3 alternatif lainnya itu yakni, Tegal Purwokerto Cilacap, kemudian Tegal Pemalang Purwokerto Cilacap dan Pemalang Purbalingga Banyumas Cilacap berada di bawahnya.

“Hasil survei waktu itu menyebut ada empat alternatif dari Tegal Cilacap, tetapi langsung ke Cilacap, kemudian Pemalang Cilacap berarti lewat Purbalingga, kemudian ada alternatif Tegal Cilacap tapi di Ajibarang dibelokkan ke Purwokerto, kemudian satu lagi Tegal Cilacap belok ke Purwokerto sampai bandara atau Purbalingga,” kata Purwadi Santoso, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banyumas, Rabu (24/6).

Jalan di Tol Banyumas Masuk Isu Strategis Percepatan Nasional, Dimungkinkan dari Pekuncen ke Purwokerto Kemudian dari 4 alternatif itu, Purwadi menjelaskan, yang mendapatkan perhitungan poin paling tinggi ialah Tegal Cilacap yang kemudian bercabang ke Banyumas hingga Purbalingga.

“Itu yang menjadi nilai dari aspek-aspek yang menjadi perhitungan itu yang tertinggi adalah nilai atau poin yang terakhir tadi Tegal Cilacap, jadi di Ajibarang ada pembelokan ke Purwokerto sampai ke Purbalingga, sehingga nanti di Ajibarang itu ada pembelokan atau exit, terus nanti di Purwokerto ada exit lagi, kemudian di Purbalingga atau Bandara itu exit terakhir,” pungkasnya.


Sumber:
https://radarbanyumas.co.id/rencana-tol-tegal-cilacap-bercabang-ke-banyumas-hingga-purbalingga-dapat-skor-tertinggi/

Monday, May 11, 2020

Bantuan Sosial Tunai Cair Mulai Hari ini

May 11, 2020

“Kulo nggih seneng banget kalih bapak-kalih ibu, kulo diparingi arto saking ibu-saking bapak, kulo tembe mawon niki tampi bantuan saking bapak-saking ibu,” ungkap Suwarti (55) pedagang peyek warga RT 01/ RW 01 Kelurahan Purbalingga Kulon ketika menerima Bantuan Sosial Tunai di Kantor Pos Purbalingga.

Sementara Tri Marwati (32) penerima Bansos Tunai yang sehari-harinya bekerja di PT Boyang mengatakan sangat bersyukur dengan adanya bantuan yang diterima dari Kementrian Sosial. Pasalnya semenjak pandemi korona PT BOyang Industrial, menerapkan kebijakan libur bergantian. “Masuknya dua hari, terus libur dua hari, tentu akan berpengaruh terhadap gaji. Ini kebetulan sekali bantuan ini bisa untuk meringankan biaya hidup.” tutur perempuan satu anak ini.

Dua perempuan diatas mencairkan Bansos Tunai dari Kementrian Sosial RI sebesar Rp 600 ribu/KK/bulan bersama dengan 93 warga Kelurahan Purbalingga Kulon lainnya. Sesuai jadwal hari ini Kantor Pos Purbalingga mencairkan Bansos Tunai sebanyak 320 kartu / KK. Secara rinci untuk Kelurahan Purbalingga Kulon 93 KK, Purbalingga Wetan 157 KK dan Purbalingga Lor sebanyak 70 KK.

Peluncuran Bansos Tunai dilakukan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi didampingi Kepala Kantor Pos Purbalingga Suryo Adi Nugroho, Senin pagi (11/5). Secara simbolis Bupati mencairkan Bansos Tunai milik salah satu penerima.

Dikatakan Bupati Tiwi, penyaluran Bansos Tunai dari Kementrian Sosial, dilakukan melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Hari ini dilakukan penyaluran oleh PT Pos Indonesia. Setelah Bansos Tunai cair, akan dicairkan pula bantuan-bantuan dari pemerintah pusat lainnya yang dikeluarkan karena adanya pandemi Covid-19. Termasuk bantuan provinsi, kabupaten, dan  bantuan dari Dana Desa.

Semua bentuk bantuan yang disalurkan dan telah disiapkan diharapkan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima.

“Setelah ini akan dicairkan bantuan pusat yang lain, perluasan sembako, termasuk bantuan-bantuan dari provinsi, kabupaten dan Dana Desa. Saya berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan tepat sasaran, sehingga benar-benar membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.” katanya.

Kepala kantor Pos Purbalingga Suryo Adi Nugroho saat mendampingi bupati mengatakan, PT Pos Indonesia dipercaya lagi menyalurkan Bansos Tunai. Untuk Kabupaten Purbalingga dalam tahap ini sebanyak 22.266. Bansos Tunai akan disalurkan dalam 10 hari kedepan. Sedangkan penyaluran ke desa-desa PT Pos bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten yang telah diberi daftar data penerima sesuai dari Kementrian Sosial. Data tersebut akan dibagikan ke desa-desa.

“Kami sudah kirim softcopy ke Dinsos yang akan dibagikan lagi softcopynya ke tiap-tiap desa. Berharap pembayaran ini dapat mengikuti protokol penanganan korona dan tepat sasaran serta bermanfaat.” harapnya. (umg/humaspurbalingga).


Sumber :
https://www.purbalinggakab.go.id/v1/bantuan-sosial-tunai-cair-mulai-hari-ini/

Monday, May 4, 2020

PT Boyang Industrial Tak Perpanjang Kontrak 1.122 Pekerjanya

4 Mei 2020, 14:42 WIB

Dampak dari Pendemi Covid-19, salah satunyanya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada para pekerja, hal tersebut tentunya saja menjadi perhatian khusus pemerintah.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga Tukimin menyebutkan, ada 1.122 pekerja yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya di PT Boyang Industrial, sedangkan 52 pekerja sudah dirumahkan oleh perusahaan Jhon Toys Indonesia.

PT Boyang Industrial merupakan perusahaan besar di Indonesia, yang memproduksi rambut palsu atau wig, dan mengekspornya ke berbagai negara, salah satunya Amerika.

Namun pemberlakuan lockdown di Amerika saat ini, telah mempengaruhi kapasitas produksi perusahaan tersebut, dan mengakibatkan adanya pengurangan jumlah karyawan, dengan tidak memperpanjang kontrak sebagian pekerjanya.

Oleh sebab itu, Disnaker Purbalingga memberikan perhatian khusus kepada para pekerja yang mengalami PHK untuk lebih diprioritaskan dalam mendapatkan program kartu Prakerja.

"Ada kebijakan bagi pekerja yang mengalami PHK, mereka mendapatkan prioritas pada program Prakerja. Data-data sudah kami daftarkan ke Menaker,"ujar Tukimin, Senin (4/5).

Baca Juga: Pendaftaran Program Kartu Prakerja Dibuka, Simak Caranya !

Pihak Disnaker Purbalingga, lanjutnya, masih terkadala dalam mendapatkan informasi terkait berapa jumlah pendaftar program Prakerja yang sudah terverifikasi.

"Lewat Disnaker provinsi, kami meminta untuk dapat mengakses berapa yang sudah terverifikasi di pusat," tandasnya.

Menurutnya, jumlah pekerja yang mengalami PHK di Purbalingga masih pada batas wajar, hanya 3 persen dari jumlah tenaga kerja yang ada.


Sumber :
https://lensapurbalingga.pikiran-rakyat.com/info-purbalingga/pr-21376357/pt-boyang-industrial-tak-perpanjang-kontrak-1122-pekerjanya?page=2

Monday, April 20, 2020

Terdampak Corona, 9 Perusahaan di Purbalingga PHK 1.300 Pekerja

Senin, 20 April 2020 - 12:30 WIB

Sembilan perusahaan di Kabupaten Purbalingga melaporkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerjanya akibat pandemi virus corona jenis baru, Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Purbalingga, total pekerja yang di-PHK mencapai 1.300 orang. Ribuan pekerja tersebut berasal dari sembilan perusahaan seperti perusahaan mainan dan pabrik kayu. Namun, pekerja yang paling banyak di-PHK yakni dari pabrik rambut palsu dan bulu mata palsu.

Sejak pendemi corona, jumlah ekspor produk bulu mata dan rambut palsu ke luar negeri menurun drastis. Perusahaan menyiasati dengan mengurangi produksi dan mengurangi jumlah pekerja.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Purbalingga Tukimin berharap jumlah karyawan yang terimbah Covid-19 tidak bertambah.

"Semoga tidak berimbas lebih banyak. Harapannya yang dirumahkan ini bisa dipekerjakan kembali kalau sudah stabil," ujar Tukimin, Senin (20/4/2020).

Tukimin juga menjelaskan, produksi pabrik produksi bulu mata palsu dan rambut palsu turun karena konsumen mereka di Amerika Serikat menghentikan penjualan. Kondisi AS yang juga terkena wabah Covid-19 menjadikan permintaan produk tersebut turun drastis.

"Ordernya berkurang. Ekonomi Amerika juga banyak yang berhenti, mungkin pelabuhan dan segala macamnya tidak lancar sehingga ekspor pun tidak lancar," ujarnya.

Dinas Tenaga Kerja Purbalingga mencatat saat ini sebanyak 50.000 warga bekerja di 40 perusahaan.


Sumber :
https://jateng.sindonews.com/read/4480/707/terdampak-corona-9-perusahaan-di-purbalingga-phk-1300-pekerja-1587359091

Wednesday, February 12, 2020

Perusahaan Jerman Berminat Borong Ribuan Wig Purbalingga

Rabu 12 Feb 2020 16:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Perusahaan Jerman Rieswick und Partner GmbH berminat untuk membeli rambut palsu atau wig dari Purbalingga untuk bisnis jangka panjang. Hal itu disampaikan Senior Executive Business Development Jerman-Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID), Wuranto, saat bertemu Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Rabu (12/2).

''Perusahaan Jerman ini ingin membeli langsung wig Indonesia dari produsennya di Purbalingga. Perusahaan ini membutuhkan sekitar 2500 sampai 10.000 pcs per tahun untuk dijual kembali di pasar Jerman,'' jelasnya.

Selama ini, kata Wuranto, perusahaan tersebut sudah membeli wig dari Indonesia melalui distributor di Jerman. Namun karena kebutuhannya besar, mereka membeli beli langsung dari suplayernya. Peran EKONID, menurut dia, menjembatani hubungan bisnis antara perusahaan Jerman dan Indonesia.

Dalam kunjungan ke Purbalingga, dia didampingi Max Rieswick dan Nils Rieswick selaku Geschaftsfuehrer dari perusahaan Rieswick und Partner GmbH. Max Rieswick dalam kesempatan itu, menyebutkan perusahaannya memilih produk rambut palsu Purbalingga karena rambut palsu produksi daerah ini sudah terkenal berkualitas.

''Sebelumnya kami sudah melakukan riset untuk menentukan produk mana yang akan kami pilih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jerman. Akhirnya, pilihan kami jatuh pada produk rambut palsu dari Purbalingga,'' katanya.

Bahkan mereka sudah membandingkannya dengan produk asal Purbalingga, dengan produk sejenis dari Cina maupun Filipina.

''Di Jerman kami lebih fokus menjualnya kembali di local market untuk membantu konsumen dalam pemulihan penampilan. Kami juga memiliki workshop yang melayani customize/memodifikasi wig sesuai dengan keinginan,'' kata Nils Rieswick.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan rambut palsu produk Purbalingga banyak diproduksi di Purbalingga. ''Selama ini, produk rambut palsu dari Purbalingga sudah banyak diekspor ke luar negeri. Produk rambut palsu Purbalingga sudah dikenal baik berbagai belahan dunia,'' katanya.


Sumber :
https://republika.co.id/berita/q5skfs368/daerah/jawa-tengah-diy/20/02/12/q5kzz8335-perusahaan-jerman-berminat-borong-ribuan-wig-purbalingga

Saturday, January 4, 2020

Bos Pabrik Rambut Palsu Minta Proyek Bandara Wirasaba Dipercepat

4 Januari 2020

Para investor yang ada di Kabupaten Purbalingga meminta kepada pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Bandara Jenderal Besar Sudirman di Wirasaba. Pasalnya, keberadaan bandara tersebut bisa menopang aktivitas pabrik sekaligus menjadi daya tarik bagi pelanggannya yang datang dari berbagai daerah.

Hal tersebut tampak saat Direktur PT Indokores Sahabat Purbalingga menyambut kunjungan Anggota DPR RI Komisi V dari Dapil Jateng 7 Lasmi Indaryani di pabriknya pada, Jumat (3/1).

1. Bandara Wirasaba bisa membuka akses transportasi udara

Direktur Indokores Sahabat, Hyung Don Kim menyatakan bila keberadaan Bandara Wirasaba nantinya bakal dimanfaatnya untuk membuka akses transportasi udara bagi wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Ia mengaku sejumlah mitra kerjanya sangat antusias dengan adanya pembangunan Bandara Wirasaba. "Bandara Wirasaba yang lokasinya dekat dengan pabrik sangat kami butuhkan, untuk memudahkan klien kami yang ingin melihat langsung proses produksi di pabrik," ungkapnya dalam keterangan yang diterima IDN Times.


2. Para pengusaha menunggu pengoperasian Bandara Wirasaba

Perusahaannya yang bergerak di bidang pembuatan rambut dan bulu mata palsu tersebut merasa terbantu bila Bandara Wirasaba segera dioperasikan. Pengusaha Purbalingga dan Banjarnegara, ujarnya saat ini sangat menantikan beroperasinya Bandara Wirasaba.

Lebih jauh lagi, Kim juga berharap agar akses jalan nasional ditingkatkan. Salah satu upayanya, bisa dengan memperlebar akses ruas jalan raya dari Jakarta menuju Semarang. Sehingga hal itu dapat menopang aktivitas pengiriman barang dari pabriknya dengan lebih mudah dan efisien.

"Saya juga titip kepada Bu Lasmi agar jalan menuju Jakarta dan Semarang lebih dilebarkan, agar kami dalam mengirim hasil produksi bisa lebih mudah dan murah," jelasnya.


3. Anggota DPR RI janji pastikan proyek Bandara Wirasaba berjalan sesuai rencana

Menanggapi hal itu, Lasmi berjanji akan fokus peningkatan jalur transportasi yang ada di Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen bisa segera terealisasi.

Menurutnya jalur yang harus dibenahi yaitu jalur perlintasan KA Wonosobo-Purwokerto dan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta. "Itu diharapkan bisa meningkatkan iklim investasi dan ekonomi Banyumas Raya. Tentunya fokus saya adalah memastikan proyek proyek nasional tersebut berjalan sesuai jadwal," paparnya.


Sumber :
https://jateng.idntimes.com/news/jateng/fariz-fardianto/bos-pabrik-rambut-palsu-minta-proyek-bandara-wirasaba-dipercepat/3

Thursday, December 12, 2019

Kejayaan Rambut Palsu Indonesia di 40 Negara

Danang Nur Ihsan  12 Desember 2019

Banyaknya perminataan kebutuhan rambut palsu dan terbatasnya bahan baku sempat melahirkan pasar rambut di Karangbanjar, Purbalingga pada 1963.

JEDA.ID–Bicara rambut palsu di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran ribuan ibu-ibu yang bekerja di industri rumahan di Purbalingga, Jawa Tengah dan Sidoarjo, Jawa Timur. Dua daerah inilah yang menjadi pusat produksi rambut palsu asal Indonesia yang sudah mendunia.

Tak tanggung-tanggung, rambut atau bulu mata palsu dari Purbalingga dan Sidoarjo ini sudah masuk level premium. Bila kalangan artis Tanah Air atau mancanegara mengenakan rambut atau bulu mata palsu merek Diva’s Wig atau Fair Lady, artinya itu buatan Purbalingga atau Sidoarjo.

Cerita rambut palsu di Purbalingga tak bisa lepas dari sosok Tarmawi yang tinggal di Desa Karangbanjar, Bojongsari. Era 1950-an, Tarmawi mengumpulkan potongan rambut untuk dibuat sanggul. Sanggul buatan Tarmawi ini ternyata laris manis saat hajatan pengantin.

Sanggul buatannya langsung berkibar karena harus memenuhi permintaan konsumen dari Purbalingga dan berbagai kota lain di Jawa Tengah sampai Jakarta. Awalnya dari sanggul Jawa tekuk kemudian berkembang ke sanggul modern sampai sanggul cepol.

Kemudian berkembang lagi membuat rambut sambung, rambut palsu, sampai jenggot palsu. Keterampilan itu kemudian menular ke beberapa orang di Desa Karangbanjar dan para perajin itu mulai membentuk home industry.

Banyaknya perminataan  dan terbatasnya bahan baku sempat melahirkan pasar rambut di Karangbanjar pada 1963. Pasar rambut itu selayaknya pasar tradisional yang menawarkan rambut sisa potong atau sisa sisiran rambut.

Penyedia bahan baku datang dari berbagai daerah di luar Purbalingga dan pengrajin sanggul membelinya. Namun, kini pasar rambut itu kini sudah tidak ada.

Sebagaimana dikutip dari indonesia.go.id, Rabu (11/12/2019), kini bahan baku disediakan pemasok lama dan pengepul rambut asal Karangbanjar.

Para pengepul rambut ini sebagian adalah petani. Jika musim tanam atau panen tiba, mereka tidak bisa mengumpulkan bahan baku rambut. Kini, bahan baku tidak hanya berupa potongan rambut asli namun juga bahan sintetis yang didatangkan dari Korea Selatan, Jepang dan China.


Sempat Meredup

Industri ini sempat meredup pada era 1970-an. Kala itu, beberapa negara seperti India, Bangladesh, Senegal, dan Filipina, mulai memproduksi komoditas sejenis.

Untungnya hal itu tidak terlalu lama. Pasar dunia akhirnya kembali menjatuhkan pilihan ke buatan Indonesia karena buatan negara lain dinilai tidak memuaskan, Misalnya konsumen Inggris menilai kualitas buatan Indonesia sangat baik karena halus.

Pasar dunia pun kembali mencari produk Indonesia karena kualitasnya memang jempolan dan seleranya mengikuti tren dunia. Era 1990-an, ekspor rambut palsu menjadi andalan terutama setelah beberapa pabrik berdiri di Purbalingga dan Sidoarjo.

Pabrik di Sidoarjo dengan cepat memenuhi selera konsumen rambut palsu dan bulu mata palsu di AS dan Afrika dengan merek Diva’s Wig yang digemari dunia itu.

Di Purbalingga, komoditi ini menarik perhatian beberapa investor dan mereka mulai menginvestasikan uangnya dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Kini ada sekitar 28 PMA di Purbalingga (sebagian besar dari Korea Selatan), selain puluhan home industry yang masih beroperasi. Bisnis ini menyerap sekitar 55.000 tenaga kerja.

”Ini adalah produk kebanggaan dari Purbalingga. Ternyata wig-wig ini diekspor dan merupakan produk yang luar biasa bahkan ini juga home industry,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu sebagaimana dikutip dari laman Pemprov Jateng.

Salah satu perajin rambut palsu di Purbalingga, Riyanto, menyebutkan usahanya diturunkan orang tua dan kini kian berkembang. Pemasaran rambut sanggul yang diproduksi tidak hanya merambah daerah sekitar seperti Jakarta dan Surabaya, juga menembus pasar luar negeri.

Peraih rekor Muri 2003 sebagai pemrakarsa pembuatan sanggul terbesar dengan diameter 2,8 meter dan panjang 3 meter itu menjelaskan saat ini ada sekitar 1.500 usaha rumahan rambut palsu baik sanggul maupun wig.

Kendala yang mereka hadapi adalah pasokan bahan baku yang terbatas. Bahan baku beragam rambut palsu terdiri dari dua jenis, yaitu rambut asli seharga Rp900.000 per kilogram dan bahan baku sintesis. Bahan sintesis baru seharga Rp60.000 per kilogram sedangkan sintesis limbah Rp30.000 per kilogram.


Pengrajin Plasma

Industri komoditas ini di Purbalingga sedikit berbeda dengan di Sidoarjo. Jika di Sidoarjo semua pengelolaan bahan dan pengerjaan dikerjakan oleh pabrik, di Purbalingga sebagian pengerjaannya diserahkan ke perajin.

Misalnya pengumpulan dan klasifikasi bahan baku, pembersihan, dan pengerjaan awal. Sedangkan pengerjaan lanjutan seperti penentuan model, pembuatan gelombang (ikal atau lurus) dan pewarnaan dikerjakan di pabrik.

Kemudian untuk bulu mata, dimulai oleh perajin seperti menempelkan rambut pada seutas benang. Perajin yang bermitra dengan pabrik dan mengerjakan sebagian pekerjaan awal disebut perajin plasma.

Di pabrik, tidak semuanya dikerjakan dengan mesin karena beberapa bagian masih dikerjakan dengan tangan (handmade) oleh buruh pabrik. Inilah yang jadi pembeda rambut palsu Indonesia dan negara lainnya seperti China.

China yang kini menjadi pesaing utama karena pengerjaannya menggunakan mesin. Dengan mengandalkan mesin, jumlah rambut palsu buatan China jauh lebih banyak. Namun, urusan kualitas, rambut palsu Indonesia lebih unggul.

”Komoditi Indonesia ini menguasai sebagian besar kebutuhan dunia, khususnya Amerika Serikat, Eropa, Afrika dan Asia sendiri. Jika disisir lagi, selama 30 tahun terakhir ini perajin dan dan pabrikan Indonesia telah mengekspor kurang lebih ke 40 negara tujuan.”

Di pasar Asia, negara penyuka rambut dan bulu mata palsu produk Indonesia adalah Malaysia, Jepang, Arab, Thailand, Bangladesh, China, Singapura, dan Iran. Sedang negara Eropa yang menyukai rambut palsu Indonesia adalah Belanda dan Inggris. Sedangkan negara Afrika adalah Nigeria.

Nilai ekspor pun kian melonjak dari tahun ke tahun. Misalnya sejak 2013 rambut palsu menyumbang 30% dari ekspor kelompok handycraft senilai Rp9,7 triliun. Pada 2015 produk ini alami surplus sekitar Rp4,7 miliar dan menguasai sekitar 7,28% total ekspor dunia.


Sumber :
https://jeda.id/stories/kejayaan-rambut-palsu-indonesia-di-40-negara-3311