Sel, 2 Okt 2012
https://id.berita.yahoo.com/pabrik-wig-di-kulon-progo-kebanjiran-pesanan-090006555--finance.html
TEMPO.CO, Kulon Progo - Produsen rambut palsu atau yang biasa disebut wig di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kewalahan melayani pesanan yang juga datang dari luar negeri. Pesanan yang cukup banyak ini tidak seimbang dengan jumlah karyawan sehingga pengerjaan pesanan agak tersendat.
Menurut Vice President PT Sung Chang Indonesia (SCI) Kulonprogo, Chou Hying Choe, wig buatan pabriknya banyak diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Wig produksi Kulon Progo ini banyak dipesan oleh negara negara besar, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa. Namun, dengan jumlah karyawan sebanyak 1.500 orang, perusahaan masih merasa kekurangan tenaga untuk mengerjakan pesanan.
"Permintaan wig sangat tinggi. Kami sampai kewalahan melayani. Idealnya ada 2.500 pekerja," kata Chou Hyong Choe pada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2012.
Dia memperkirakan, dengan jumlah karyawan 2.500 orang, produksi wig setiap bulan bisa mencapai 85.000 buah. Saat ini dengan 1.500 pegawai, produksi wig per bulan baru 25.000 wig saja. »Saat ini sedang berbenah untuk menaikkan jumlah produksi,” kata Choe.
Untuk menaikkan jumlah produksi itu, perusahaan juga menambah fasilitas buat para pegawai, seperti sistem pengupahan, kesejahteraan, dan penambahan sarana lainnya. "Kami masih membutuhkan banyak tenaga kerja," kata dia.
Peluang kerja itu sebenarnya sangat tinggi bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain banyak dibutuhkan untuk membantu produksi, juga akan ada masa magang selama tiga bulan untuk menjadi tenaga yang terampil.
Menurut Kepala Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kulon Progo, Wadiyo, perusahaan-perusahaan wig di desanya itu turut membantu menyerap tenaga kerja. Dampaknya juga sangat positif. Ada banyak warung makan, rumah kos, dan lain-lain. "Masyarakat di sekitar pabrik sangat terbantu secara ekonomi," kata dia.
Tuesday, October 2, 2012
Friday, September 21, 2012
Buruh Anak di Purbalingga Bagaikan Bom Waktu
JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2012
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/21/058430946/Buruh-Anak-di-Purbalingga-Bagaikan-Bom-Waktu
TEMPO.CO , Purbalingga: Meski belum ada angka pasti, jumlah pekerja anak-anak yang masuk dalam usia wajib belajar sembilan tahun di Purbalingga diperkirakan terus mengalami kenaikan. Jika tak segera ditangani, masalah tersebut dikhawatirkan akan menjadi bom waktu. “Pengembangan sumber daya manusia di Purbalingga bisa terhambat,” kata Wakil Bupati Purbalingga, Sukento Ridho, Kamis, 20 September 2012.
Ia mengatakan, selama ini banyak anak putus sekolah yang memilih bekerja di plasma industri rambut dan bulu mata palsu Purbalingga. Industri plasma merupakan industri rumahan penyokong puluhan industri besar yang ada di Purbalingga.
Menurut dia, Kabupaten Purbalingga akan membahas masalah tersebut agar tingginya angka putus sekolah usia SLTP bisa dikurangi. “Secepatnya akan kami bahas, sebab kalau tidak bisa menjadi bom waktu,” kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa begitu saja meminta industri rambut dan bulu mata palsu di wilayahnya untuk menghentikan model plasma dalam memenuhi kebutuhan produksinya. Dia menyebutkan kontribusi industri rambut dan bulu mata palsu, secara tidak langsung telah memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
''Bahkan selama ini, Purbalingga telah diidentikkan sebagai penghasil rambut dan bulu mata palsu, selain juga dikenal sebagai daerah industri knalpot dalam negeri,'' katanya.
Menurut Sukento, keberadaan industri plasma pembuat rambut dan bulu mata palsu, juga telah banyak memberi keuntungan bagi masyarakat. Dengan sifat industrinya yang cenderung padat karya, maka tenaga kerja yang terserap dalam sektor industri tersebut juga menjadi cukup besar.
''Dengan keberadaan plasma-plasma tersebut, maka masyarakat di pedesaan bisa mendapat penghasilan tambahan di luar hasil pertanian yang mereka budidayakan. Yang jadi persoalan sekarang, adalah bagaimana mengeliminasi dampak negatifnya agar plasma-plasma tersebut tidak mempekerjakan anak-anak usia sekolah,'' kata dia.
Menurut dia, masalah pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, tetap harus mendapat perhatian utama. Apalagi, hanya sebatas untuk wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. ''Kalau kelak banyak SDM Purbalingga yang sekolah di tingkat SMP saja tak tamat, tentu hal ini akan sangat merugikan Purbalingga. Untuk itu, kita menaruh perhatian sangat serius pada masalah ini,'' katanya.
Ketua Dewan Pendidikan Purbalingga Sudino mengatakan, di Purbalingga masih tinggi angka putus sekolah. Hanya saja ia mengaku lupa berapa angka putus sekolah di daerah itu. “Saya akui, tingginya angka putus sekolah di kalangan anak usia SMP, karena mereka memilih bekerja di plasma-plasma industri rambut dan bulu mata palsu,” kata dia.
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/21/058430946/Buruh-Anak-di-Purbalingga-Bagaikan-Bom-Waktu
TEMPO.CO , Purbalingga: Meski belum ada angka pasti, jumlah pekerja anak-anak yang masuk dalam usia wajib belajar sembilan tahun di Purbalingga diperkirakan terus mengalami kenaikan. Jika tak segera ditangani, masalah tersebut dikhawatirkan akan menjadi bom waktu. “Pengembangan sumber daya manusia di Purbalingga bisa terhambat,” kata Wakil Bupati Purbalingga, Sukento Ridho, Kamis, 20 September 2012.
Ia mengatakan, selama ini banyak anak putus sekolah yang memilih bekerja di plasma industri rambut dan bulu mata palsu Purbalingga. Industri plasma merupakan industri rumahan penyokong puluhan industri besar yang ada di Purbalingga.
Menurut dia, Kabupaten Purbalingga akan membahas masalah tersebut agar tingginya angka putus sekolah usia SLTP bisa dikurangi. “Secepatnya akan kami bahas, sebab kalau tidak bisa menjadi bom waktu,” kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa begitu saja meminta industri rambut dan bulu mata palsu di wilayahnya untuk menghentikan model plasma dalam memenuhi kebutuhan produksinya. Dia menyebutkan kontribusi industri rambut dan bulu mata palsu, secara tidak langsung telah memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
''Bahkan selama ini, Purbalingga telah diidentikkan sebagai penghasil rambut dan bulu mata palsu, selain juga dikenal sebagai daerah industri knalpot dalam negeri,'' katanya.
Menurut Sukento, keberadaan industri plasma pembuat rambut dan bulu mata palsu, juga telah banyak memberi keuntungan bagi masyarakat. Dengan sifat industrinya yang cenderung padat karya, maka tenaga kerja yang terserap dalam sektor industri tersebut juga menjadi cukup besar.
''Dengan keberadaan plasma-plasma tersebut, maka masyarakat di pedesaan bisa mendapat penghasilan tambahan di luar hasil pertanian yang mereka budidayakan. Yang jadi persoalan sekarang, adalah bagaimana mengeliminasi dampak negatifnya agar plasma-plasma tersebut tidak mempekerjakan anak-anak usia sekolah,'' kata dia.
Menurut dia, masalah pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, tetap harus mendapat perhatian utama. Apalagi, hanya sebatas untuk wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. ''Kalau kelak banyak SDM Purbalingga yang sekolah di tingkat SMP saja tak tamat, tentu hal ini akan sangat merugikan Purbalingga. Untuk itu, kita menaruh perhatian sangat serius pada masalah ini,'' katanya.
Ketua Dewan Pendidikan Purbalingga Sudino mengatakan, di Purbalingga masih tinggi angka putus sekolah. Hanya saja ia mengaku lupa berapa angka putus sekolah di daerah itu. “Saya akui, tingginya angka putus sekolah di kalangan anak usia SMP, karena mereka memilih bekerja di plasma-plasma industri rambut dan bulu mata palsu,” kata dia.
Wednesday, November 2, 2011
Unjuk Rasa Warga dan Karyawan Pabrik Wig di Piyungan
RABU, NOVEMBER 02, 2011
HTTP://WWW.BANTULONLINE.COM/2011/11/UNJUK-RASA-WARGA-DAN-KARYAWAN-PABRIK.HTML
"Saiki prei, Sesuk mlebu..!!" teriak salah seorang karyawan yang berada diantara ratusan karyawan lainnya dari pabrik pembuat rambut palsu (wig) PT Dong Young Trees Indonesia di Piyungan, Bantul. Rabu (2/11) bersama warga sekitar mereka melakukan aksi demo sekaligus mogok kerja dengan memblokade jalan masuk perusahaan.
Awalnya aksi demonstrasi ini adalah aksi warga sekitar. Namun karena jalan masuk pabrik ditutup maka karyawan yang tidak bisa masuk lalu ikut melakukan demonstrasi dan aksi mogok kerja. Meskipun misi karyawan berbeda dengan warga yang melakukan aksi demo lebih dulu, mereka membaur jadi satu.
Warga menuntut kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar pabrik, baik dalam bentuk pembangunan maupun karyawan. Warga meminta agar karyawan pabrik lebih diprioritaskan dari warga sekitar. Karyawan menuntut upah yang diterima sesuai Upah Minimum Regional (UMR). mereka juga meminta perusahaan memberlakukan surat kontrak yang jelas.
Keputusan manajemen perusahaan secara semena-mena memecat dan memotong gaji pekerja secara sepihak menjadi pemicu utama aksi mogok kerja karyawan pabrik ini. Dari pengakuan salah seorang pekerja hanya digaji Rp350.000 di awal masa kerja.dan gaji Rp750.000 setelah masa satu tahun. Selain itu kebijakan perusahaan yang memberlakukan potongan gaji Rp100.000 bagi pekerja yang bolos kerja juga dikeluhkan. Aksi unjuk rasa membuat arus lalu lintas jalan raya Piyungan–Pleret. tersendat.
HTTP://WWW.BANTULONLINE.COM/2011/11/UNJUK-RASA-WARGA-DAN-KARYAWAN-PABRIK.HTML
"Saiki prei, Sesuk mlebu..!!" teriak salah seorang karyawan yang berada diantara ratusan karyawan lainnya dari pabrik pembuat rambut palsu (wig) PT Dong Young Trees Indonesia di Piyungan, Bantul. Rabu (2/11) bersama warga sekitar mereka melakukan aksi demo sekaligus mogok kerja dengan memblokade jalan masuk perusahaan.
Awalnya aksi demonstrasi ini adalah aksi warga sekitar. Namun karena jalan masuk pabrik ditutup maka karyawan yang tidak bisa masuk lalu ikut melakukan demonstrasi dan aksi mogok kerja. Meskipun misi karyawan berbeda dengan warga yang melakukan aksi demo lebih dulu, mereka membaur jadi satu.
Warga menuntut kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar pabrik, baik dalam bentuk pembangunan maupun karyawan. Warga meminta agar karyawan pabrik lebih diprioritaskan dari warga sekitar. Karyawan menuntut upah yang diterima sesuai Upah Minimum Regional (UMR). mereka juga meminta perusahaan memberlakukan surat kontrak yang jelas.
Keputusan manajemen perusahaan secara semena-mena memecat dan memotong gaji pekerja secara sepihak menjadi pemicu utama aksi mogok kerja karyawan pabrik ini. Dari pengakuan salah seorang pekerja hanya digaji Rp350.000 di awal masa kerja.dan gaji Rp750.000 setelah masa satu tahun. Selain itu kebijakan perusahaan yang memberlakukan potongan gaji Rp100.000 bagi pekerja yang bolos kerja juga dikeluhkan. Aksi unjuk rasa membuat arus lalu lintas jalan raya Piyungan–Pleret. tersendat.
Ribuan Karyawan Pt Dong Young Tress Mogok Kerja
Rabu, 02 November 2011 | 07:48 WIB
http://www.jogjatv.tv/berita/02/11/2011/ribuan-karyawan-pt-dong-young-tress-mogok-kerja
Bantul, www.jogjatv.tv- Ribuan karyawan PT Dong Young Tress di kawasan industri Nganyang, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Rabu pagi(2/11), melakukan aksi demonstrasi di depan pabrik. Mereka menuntut adanya jaminan sosial tenaga kerja dan kontrak kerja yang jelas dari perusahaan yang selama ini belum diberikan.
Ribuan buruh PT Dong Young Tress memulai aksinya pada pukul 07.00 WIB saat jam masuk kerja. Mereka tidak masuk ke tempat kerja, dan memilih bergerombol di depan pabrik sembari melakukan aksi diam. Aksi ribuan buruh ini mendapat dukungan dari warga sekitar pabrik yang ikut melakukan aksi dengan memblokade pintu gerbang pabrik.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian berupaya untuk melakukan mediasi, dan melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan, warga serta perwakilan buruh, namun belum mendapatkan titik temu. Perusahaan baru akan memberikan jawaban atas tuntutan pekerja pada hari Senin mendatang(7/11).
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Didik Warsito yang ikut melakukan upaya mediasi mengaku belum bisa megambil sikap. Disnakertrans baru akan melakukan pengumpulan data dan keluhan yang disampaikan pekerja dan warga sekitar, serta melakukan kroscek dengan pihak perusahaan. Bila memang ditemukan unsur pelanggaran Undang Undang Ketenaga Kerjaan, maka Disnakertrans berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada manajeman PT Dong Young Tress.
Aksi yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB tersebut, sempat membuat macet Jalan Pleret-Piyungan.
http://www.jogjatv.tv/berita/02/11/2011/ribuan-karyawan-pt-dong-young-tress-mogok-kerja
Bantul, www.jogjatv.tv- Ribuan karyawan PT Dong Young Tress di kawasan industri Nganyang, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Rabu pagi(2/11), melakukan aksi demonstrasi di depan pabrik. Mereka menuntut adanya jaminan sosial tenaga kerja dan kontrak kerja yang jelas dari perusahaan yang selama ini belum diberikan.
Ribuan buruh PT Dong Young Tress memulai aksinya pada pukul 07.00 WIB saat jam masuk kerja. Mereka tidak masuk ke tempat kerja, dan memilih bergerombol di depan pabrik sembari melakukan aksi diam. Aksi ribuan buruh ini mendapat dukungan dari warga sekitar pabrik yang ikut melakukan aksi dengan memblokade pintu gerbang pabrik.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian berupaya untuk melakukan mediasi, dan melakukan pertemuan dengan perwakilan perusahaan, warga serta perwakilan buruh, namun belum mendapatkan titik temu. Perusahaan baru akan memberikan jawaban atas tuntutan pekerja pada hari Senin mendatang(7/11).
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Didik Warsito yang ikut melakukan upaya mediasi mengaku belum bisa megambil sikap. Disnakertrans baru akan melakukan pengumpulan data dan keluhan yang disampaikan pekerja dan warga sekitar, serta melakukan kroscek dengan pihak perusahaan. Bila memang ditemukan unsur pelanggaran Undang Undang Ketenaga Kerjaan, maka Disnakertrans berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada manajeman PT Dong Young Tress.
Aksi yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB tersebut, sempat membuat macet Jalan Pleret-Piyungan.
Thursday, July 7, 2011
Ekspor Wig dan Bulu Mata Palsu Purbalingga Meningkat
7 July 2011
Sumber: http://kotaperwira.com/ekspor-wig-dan-bulu-mata-palsu-purbalingga-meningkat#ixzz3ItdDeKAN
Purbalingga – Ekspor wig alias rambut palsu dan bulu mata palsu buatan sejumlah perusahaan di Kabupaten Purbalingga selama semester pertama 2011 mengalami peningkatan lima persen, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga, Saryono.
“Perkembangannya sangat bagus, setiap perusahaan rata-rata mengalami peningkatan permintaan sekitar lima persen dibanding tahun sebelumnya,” kata dia, di Purbalingga, Kamis.
Dalam hal ini, dia mencontohkan pengiriman wig dan bulu mata palsu dari perusahaan miliknya, PT Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga.
Menurut dia, ekspor selama semester pertama 2011 rata-rata mencapai 6.000 pasang.
“Jumlah tersebut imbang antara wig dengan bulu mata palsu. Sebelumnya di bawah 6.000 pasang,” katanya.
Hingga akhir 2011, kata dia, wig dan bulu mata palsu buatan Purbalingga diperkirakan masih memiliki pasar menjanjikan di negara-negara benua Amerika dan Eropa.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya rencana membuka peluang pasar di negara-negara Asia dan Timur Tengah, dia mengatakan, hingga saat ini pasar bulu mata palsu dan wig Purbalingga masih terkonsentrasi di Amerika dan Eropa.
“Kami belum berencana membuka pasar di negara-negara Asia dan Timur Tengah,” kata dia menegaskan.
Seperti diketahui, Purbalingga merupakan sentra industri rambut palsu nomor dua di dunia setelah Guangzhou, China.
Di Kabupaten Purbalingga terdapat puluhan industri rambut palsu dalam skala besar maupun kecil dan 18 diantaranya merupakan penanaman modal asing (PMA) dengan investor dari China dan Korea Selatan.
Pada 2008-2009, ekspor rambut palsu dari Purbalingga sempat mengalami penurunan hingga 25 persen akibat pengaruh krisis finansial di Amerika Serikat.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, total nilai ekspor dari kabupaten ini ke Amerika Serikat dalam kondisi normal sekitar Rp3,841 miliar per bulan, berupa rambut palsu, bulu mata, dan manequin sebanyak 919.404 set.
Sumber: http://kotaperwira.com/ekspor-wig-dan-bulu-mata-palsu-purbalingga-meningkat#ixzz3ItdDeKAN
Purbalingga – Ekspor wig alias rambut palsu dan bulu mata palsu buatan sejumlah perusahaan di Kabupaten Purbalingga selama semester pertama 2011 mengalami peningkatan lima persen, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Purbalingga, Saryono.
“Perkembangannya sangat bagus, setiap perusahaan rata-rata mengalami peningkatan permintaan sekitar lima persen dibanding tahun sebelumnya,” kata dia, di Purbalingga, Kamis.
Dalam hal ini, dia mencontohkan pengiriman wig dan bulu mata palsu dari perusahaan miliknya, PT Tiga Putra Abadi Perkasa Purbalingga.
Menurut dia, ekspor selama semester pertama 2011 rata-rata mencapai 6.000 pasang.
“Jumlah tersebut imbang antara wig dengan bulu mata palsu. Sebelumnya di bawah 6.000 pasang,” katanya.
Hingga akhir 2011, kata dia, wig dan bulu mata palsu buatan Purbalingga diperkirakan masih memiliki pasar menjanjikan di negara-negara benua Amerika dan Eropa.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya rencana membuka peluang pasar di negara-negara Asia dan Timur Tengah, dia mengatakan, hingga saat ini pasar bulu mata palsu dan wig Purbalingga masih terkonsentrasi di Amerika dan Eropa.
“Kami belum berencana membuka pasar di negara-negara Asia dan Timur Tengah,” kata dia menegaskan.
Seperti diketahui, Purbalingga merupakan sentra industri rambut palsu nomor dua di dunia setelah Guangzhou, China.
Di Kabupaten Purbalingga terdapat puluhan industri rambut palsu dalam skala besar maupun kecil dan 18 diantaranya merupakan penanaman modal asing (PMA) dengan investor dari China dan Korea Selatan.
Pada 2008-2009, ekspor rambut palsu dari Purbalingga sempat mengalami penurunan hingga 25 persen akibat pengaruh krisis finansial di Amerika Serikat.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, total nilai ekspor dari kabupaten ini ke Amerika Serikat dalam kondisi normal sekitar Rp3,841 miliar per bulan, berupa rambut palsu, bulu mata, dan manequin sebanyak 919.404 set.
Monday, June 20, 2011
4.000 Buruh Mogok, Tuntut Kesejahteraan
Senin, 20 Juni 2011 | 11:12 WIB
http://internasional.kompas.com/read/2011/06/20/11123612/4.000.Buruh.Mogok.Tuntut.Kesejahteraan
KULONPROGO, KOMPAS.com –
Sekitar 4.000 buruh PT Sung Chang Indonbesia (SCI) Kulonprogo, DI Yogyakarta melakukan aksi mogok kerja, Senin (20/6/2011). Mereka menggelar aksi demo menuntut perbaikan kesejahteraan atas nasib mereka.
Ribuan buruh pabrik yang memproduksi rambut palsu (wig) ini, pada awalnya hanya melakukan aksi di seputaran pabrik. Tidak ada satupun buruh yang masuk untuk bekerja. Mereka juga menggelar orasi menuntut managemen memenuhi tuntutan yang diajukan sebelumnya.
Setelah itu, para buruh melanjutkan aksinya dengan longmarchmenuju ke Kantor Dinsosnakertrans. Mereka lalu melakukan orasi di depan kantor hingga menyebabkan ruas jalan macet total.
Aksi buruh ini adalah aksi kedua mereka. Sebelumnya para buruh melakukan hal yang sama pada Kamis (16/6/2011). "Kita tidak ingin ditindas, kami butuh kesejahteraan," ujar Yanti salah satu buruh.
Aksi kali ini juga mendapatkan dukungan dari Federasi Serikat Buruh independen Yogyakarta. Di antara tuntutan buruh ini, adalah perbaikan gaji sesuai UMR, jam kerja diperhatikan, lembur harus dihitung, cuti dan tunjangan karyawan.
http://internasional.kompas.com/read/2011/06/20/11123612/4.000.Buruh.Mogok.Tuntut.Kesejahteraan
KULONPROGO, KOMPAS.com –
Sekitar 4.000 buruh PT Sung Chang Indonbesia (SCI) Kulonprogo, DI Yogyakarta melakukan aksi mogok kerja, Senin (20/6/2011). Mereka menggelar aksi demo menuntut perbaikan kesejahteraan atas nasib mereka.
Ribuan buruh pabrik yang memproduksi rambut palsu (wig) ini, pada awalnya hanya melakukan aksi di seputaran pabrik. Tidak ada satupun buruh yang masuk untuk bekerja. Mereka juga menggelar orasi menuntut managemen memenuhi tuntutan yang diajukan sebelumnya.
Setelah itu, para buruh melanjutkan aksinya dengan longmarchmenuju ke Kantor Dinsosnakertrans. Mereka lalu melakukan orasi di depan kantor hingga menyebabkan ruas jalan macet total.
Aksi buruh ini adalah aksi kedua mereka. Sebelumnya para buruh melakukan hal yang sama pada Kamis (16/6/2011). "Kita tidak ingin ditindas, kami butuh kesejahteraan," ujar Yanti salah satu buruh.
Aksi kali ini juga mendapatkan dukungan dari Federasi Serikat Buruh independen Yogyakarta. Di antara tuntutan buruh ini, adalah perbaikan gaji sesuai UMR, jam kerja diperhatikan, lembur harus dihitung, cuti dan tunjangan karyawan.
Wednesday, June 2, 2010
Ribuan Karyawan Bekerja di Ruang Pengap
02 Juni 2010
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/02/111453/Ribuan-Karyawan-
Bekerja-di-Ruang-Pengap
Kasus PT SCI
KULONPROGO-Kisruh antara Manajer PT Sung Chang Lee Hyun (SCI) dan Komisi IV DPRD Kulonprogo dan jajaran Dinsosnakertrans terus berlanjut. Dari hasil sidak bersama kemarin terungkap berbagai kasus dugaan pelanggaran hukum terkait ketenagakerjaan di PT SCI.
Beberapa buruh perempuan yang berstatus belum karyawan tetap mengakui, bekerja dalam keadaan terkekang. Selain fasilitas kesehatan yang kurang, juga harus bekerja di ruang pengap akibat ketidakseimbangan antara besar gedung dan jumlah pekerja. Apalagi ruang kerja mereka minim ventilasi. Imbasnya, dua karyawan perempuan pernah pingsan saat bekerja.
Mereka pingsan akibat bekerja sambil berdiri di ruang yang kurang sirkulasi udara segar. Hal semacam itu diterapkan pada ratusan karyawan baru lain yang berstatus magang.
Jaminan cuti hamil antara karyawan tetap dan tidak tetap terkuak di hadapan Manajer PT SCI Lee Hyun dan anggota Komisi IV. Karyawan tetap mendapat cuti hamil selama tiga bulan dan uang tunjangan, sedangkan karyawan tidak tetap tidak mendapat tunjangan. ”Kalau ada karyawan tidak tetap cuti hamil, saya tidak tahu. Kecuali dia bekerja kembali dan memberitahukan kepada perusahaan,” ujar Lee Hyun.
Kecurigaan lain dinyatakan Nur Eni Rahayu, anggota Komisi IV. Dia menjelaskan, Lee Hyun saat dipanggil ke Dewan beberapa waktu lalu mengatakan ada 15 karyawan tetap di PT SCI.
Namun orang Korea tersebut sekarang mengaku mempunyai 55 karyawan tetap dari 1.900 lebih buruh di pabrik wik itu.
Minta Maaf
Terkait kasus pengusiran anggota Komisi IV dan Pemkab Kulonprogo, kemarin Presiden Direktur PT SCI Kim Young Youl meminta maaf kepada publik, khususnya masyarakat Wates. Melalui surat bernomor 456/SCI-INTS/YK/VII/2010 itu, dia menjelaskan permohonan maaf akan dilayangkan kepada Ketua Komisi IV, Kadinsosnakertrans, dan wartawan media cetak.
Dalam konferensi pers di ruang tamu pabrik wik itu, Manajer PT SCI Lee Hyun membacakan isi surat itu.
”Setelah berintrospeksi, kami sebagai Presiden Direktor memohon maaf atas sikap manajer kami yang kurang sopan saat menanggapi sidak DPRD Kulonprogo,” ucap Lee Hyun.
Soal evaluasi menyeluruh sekaligus menanggapi pemanggilan Dewan lagi, Lee Hyun mengaku siap untuk dipanggil kembali oleh Dewan. Sementara itu, Kabag Personalia Agung Nugroho menambahkan, akan segera membuat organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Kulonprogo. Pemilihan ketua secara voting kepada seluruh karyawan PT SCI akan digelar dalam bulan Juni ini. (yud-66)
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/02/111453/Ribuan-Karyawan-
Bekerja-di-Ruang-Pengap
Kasus PT SCI
KULONPROGO-Kisruh antara Manajer PT Sung Chang Lee Hyun (SCI) dan Komisi IV DPRD Kulonprogo dan jajaran Dinsosnakertrans terus berlanjut. Dari hasil sidak bersama kemarin terungkap berbagai kasus dugaan pelanggaran hukum terkait ketenagakerjaan di PT SCI.
Beberapa buruh perempuan yang berstatus belum karyawan tetap mengakui, bekerja dalam keadaan terkekang. Selain fasilitas kesehatan yang kurang, juga harus bekerja di ruang pengap akibat ketidakseimbangan antara besar gedung dan jumlah pekerja. Apalagi ruang kerja mereka minim ventilasi. Imbasnya, dua karyawan perempuan pernah pingsan saat bekerja.
Mereka pingsan akibat bekerja sambil berdiri di ruang yang kurang sirkulasi udara segar. Hal semacam itu diterapkan pada ratusan karyawan baru lain yang berstatus magang.
Jaminan cuti hamil antara karyawan tetap dan tidak tetap terkuak di hadapan Manajer PT SCI Lee Hyun dan anggota Komisi IV. Karyawan tetap mendapat cuti hamil selama tiga bulan dan uang tunjangan, sedangkan karyawan tidak tetap tidak mendapat tunjangan. ”Kalau ada karyawan tidak tetap cuti hamil, saya tidak tahu. Kecuali dia bekerja kembali dan memberitahukan kepada perusahaan,” ujar Lee Hyun.
Kecurigaan lain dinyatakan Nur Eni Rahayu, anggota Komisi IV. Dia menjelaskan, Lee Hyun saat dipanggil ke Dewan beberapa waktu lalu mengatakan ada 15 karyawan tetap di PT SCI.
Namun orang Korea tersebut sekarang mengaku mempunyai 55 karyawan tetap dari 1.900 lebih buruh di pabrik wik itu.
Minta Maaf
Terkait kasus pengusiran anggota Komisi IV dan Pemkab Kulonprogo, kemarin Presiden Direktur PT SCI Kim Young Youl meminta maaf kepada publik, khususnya masyarakat Wates. Melalui surat bernomor 456/SCI-INTS/YK/VII/2010 itu, dia menjelaskan permohonan maaf akan dilayangkan kepada Ketua Komisi IV, Kadinsosnakertrans, dan wartawan media cetak.
Dalam konferensi pers di ruang tamu pabrik wik itu, Manajer PT SCI Lee Hyun membacakan isi surat itu.
”Setelah berintrospeksi, kami sebagai Presiden Direktor memohon maaf atas sikap manajer kami yang kurang sopan saat menanggapi sidak DPRD Kulonprogo,” ucap Lee Hyun.
Soal evaluasi menyeluruh sekaligus menanggapi pemanggilan Dewan lagi, Lee Hyun mengaku siap untuk dipanggil kembali oleh Dewan. Sementara itu, Kabag Personalia Agung Nugroho menambahkan, akan segera membuat organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Cabang Kulonprogo. Pemilihan ketua secara voting kepada seluruh karyawan PT SCI akan digelar dalam bulan Juni ini. (yud-66)
Subscribe to:
Posts (Atom)